Malam menggesek biola,
dan bulan gemintang
menyaksi
Guguran hatinya laksana
tangis deras hujan
Kelopak kecil
bermekaran di hatinya
Perlahan terisak
mengiringi senandung luka biola
Tak jauh darinya,
Teronggok hati
menghitam
Sisi-sisinya menjamur,
tergeletak menanti hancur
Bayang yang membisu
pada layar
Enggan hilang meski
digosok doa
Entah jampian apa yang
dikalungkan di lehernya
Jelas hitamnya telah
mengakar sampai palungnya
Kadang tertunduk,
diam-diam bercumbu dengan isak
Biola malam menyusup
hingga dalam
Hati mendongak,
melempar sendu ke atasnya
Gesekannya menciumnya
dengan gulana
Hingga kakinya
bergetar,
Tatkala mulutnya
menelan butiran nada luka
Telinganya terjejal
melodi nestapa
Ia sempurna jatuh
terduduk, menangis hampa
Malam menggesek biola
Dan pemilik hati itu
memaksa berdiri
Ikut menggesek biola
hati
Sementara bulan
gemintang setia menyaksi
Saat jutaan luka
dilepaskan bersama melodi
-eLKa
Keyongan Kidul, 19
Oktober 2014
Kece badaii :))
BalasHapusMakasih ^^
Hapus