TULISAN PALING EGOIS
Aku suka mendengarkan
Tapi ada kalanya aku juga ingin didengarkan
Kau tahu, bagaimana rasanya memendam semua sendiri?
Kau tahu, bagaimana rasanya menangis sendiri?
Aku baik-baik saja,
tapi aku tidak baik-baik saja
Aku tersenyum,
tapi aku tidak tersenyum
Aku memeluk mawar,
tapi durinya ku lumat tanpa tawar
Terlalu banyak yang bertanya,
"Kau tidak apa-apa begini, kan?"
"Kau tidak keberatan aku bercerita begini, kan?"
"Kau tidak keberatan aku bercanda demikian, kan?"
Ya, aku tidak apa-apa
(tapi hatiku apa-apa)
Aku juga punya hati
Aku manusia,
bukan ombak yang kuat digulung-gulungkan
di laut berkali-kali
Tahu gelas kaca, kan?
Seperti itu pun aku
Bisa pecah juga jika berkali-kali dihantamkan
Aku juga punya mata
Luka itu bisa kapan saja meleleh di tebing muka
Aku suka mendengarkan,
Tapi ada kalanya aku juga ingin didengarkan
*
Maaf, tulisan ini penuh dengan egoku
Ini hatiku yang menulis sembarangan
Dia sedang sensitif,
Sepertinya aku hanya harus lebih banyak
merapalkan doa pada Tuhan
Dia sedang sensitif,
Sepertinya aku hanya harus lebih banyak
merapalkan doa pada Tuhan
Bantul, 10 Mei 2016
Mutiara Hayati
-Pendengar yang ingin didengarkan-
0 komentar:
Posting Komentar