TERIMA KASIH UNTUK HARI INI
Hujan mulai menyapa Jogja.
Sudah beberapa hari ini langit Jogja akan kelabu ketika matahari mulai bergerak ke barat. Hujan masih malu-malu datang, boleh dibilang. Meski ia sudah memberikan tanda-tanda. Namun kemarin malam hujan memberi kejutan. Setelah beberapa hari di setiap malam hawa panas datang, malam tadi hujan seperti berseru, "kejutaan! Kami datang!" Akhirnya setelah sekian lama menanti, malam tadi aku bisa tidur menikmati hangatnya selimut dengan simfoni hujan di luar.
Pagi pun demikian.
Embun-embun masih menggeliat malas di selimut mereka enggan keluar. Sisa-sisa hujan semalam membuat pagi tadi begitu syahdu. Membuat orang-orang bergegas mengambil jaket tebal mereka sebelum keluar rumah.
Alhamdulillah, satu pagi lagi terlewati.
Sepanjang hari tadi mendung masih bertengger di langit. Hanya sisa berupa rintik kecil yang turun menyapa. Menemani keseharianku yang penuh drama. Ya, drama. Haha
***
Kerja bagus hari ini, Hay.
Senja tadi cantik sekali, ya? Seharian mendung dan seolah akan mendung terus tetapi tadi senja menemanimu di perjalanan pulang. Cantik sekali. Seolah berkata padamu, "good job, Hay. Terima kasih sudah melewati satu hari lagi dengan kuat."
Kamu tersenyum sepanjang jalan. Melupakan segala macam gangguan yang kau alami hari ini. Sejenak menghargai apa yang sudah dikerjakan hari ini. Memaafkan kesalahan-kesalahan yang kau lakukan hari ini. Mengangguk paham ketika senja bilang, "tak apa. Orang lain juga pernah salah, kok. Kamu sudah berusaha."
Besok insyaAllah hari yang baru akan datang. InsyaAllah satu pagi yang baru akan menyapa. Istirahatlah malam ini. Kumpulkan kembali energi untuk melewati harimu dengan menebar kebermanfaatan untuk orang lain dan diri sendiri. Stay healthy, ya. Minum air putih yang banyak. :)
***
Bantul, 28 November 2018
-Mutiara Hayati-
Note : hanya ingin menulis. Hmm :)
Sudah beberapa hari ini langit Jogja akan kelabu ketika matahari mulai bergerak ke barat. Hujan masih malu-malu datang, boleh dibilang. Meski ia sudah memberikan tanda-tanda. Namun kemarin malam hujan memberi kejutan. Setelah beberapa hari di setiap malam hawa panas datang, malam tadi hujan seperti berseru, "kejutaan! Kami datang!" Akhirnya setelah sekian lama menanti, malam tadi aku bisa tidur menikmati hangatnya selimut dengan simfoni hujan di luar.
Pagi pun demikian.
Embun-embun masih menggeliat malas di selimut mereka enggan keluar. Sisa-sisa hujan semalam membuat pagi tadi begitu syahdu. Membuat orang-orang bergegas mengambil jaket tebal mereka sebelum keluar rumah.
Alhamdulillah, satu pagi lagi terlewati.
Sepanjang hari tadi mendung masih bertengger di langit. Hanya sisa berupa rintik kecil yang turun menyapa. Menemani keseharianku yang penuh drama. Ya, drama. Haha
***
Kerja bagus hari ini, Hay.
Senja tadi cantik sekali, ya? Seharian mendung dan seolah akan mendung terus tetapi tadi senja menemanimu di perjalanan pulang. Cantik sekali. Seolah berkata padamu, "good job, Hay. Terima kasih sudah melewati satu hari lagi dengan kuat."
Kamu tersenyum sepanjang jalan. Melupakan segala macam gangguan yang kau alami hari ini. Sejenak menghargai apa yang sudah dikerjakan hari ini. Memaafkan kesalahan-kesalahan yang kau lakukan hari ini. Mengangguk paham ketika senja bilang, "tak apa. Orang lain juga pernah salah, kok. Kamu sudah berusaha."
Besok insyaAllah hari yang baru akan datang. InsyaAllah satu pagi yang baru akan menyapa. Istirahatlah malam ini. Kumpulkan kembali energi untuk melewati harimu dengan menebar kebermanfaatan untuk orang lain dan diri sendiri. Stay healthy, ya. Minum air putih yang banyak. :)
***
Bantul, 28 November 2018
-Mutiara Hayati-
Note : hanya ingin menulis. Hmm :)

3 komentar:
Posting Komentar