MEMANCING MATAHARI
Pada mata pancing mereka kaitkan harapan
Hidup atas napas yang mulai direnggut nyawanya
Detik ditikam menit
Menit dirajam jam
Waktu saling membunuh
Dan manusia saling beradu peluh
Satu, dua sekarat dalam kubangan tunggu
Teronggok di tepi danau
menunggu takdir menggerogoti nyawanya
Satu, dua terjaga
Meladeni waktu sekaligus menunggu matahari terjerat umpan
Kulit tercabik dan darah tercecer
Tak ayal mulutnya menyesap kembali
darah yang telah dimuntahkan
Bukankah keras danau ini
Setiap tepinya penuh oleh para pemancing
yang hidup dengan tangan mereka masing-masing
Dengan keteguhan masing-masing
Matahari jatuh berguguran dari langit tenggelam ke danau
Melalui awan menjelma siluman ikan
Dan orang-orang berduyun-duyun melemparkan pancing dan umpan
untuk napas seluas semesta
Siang tadi aku melihat orang-orang memancing matahari
Bertahan biar sabarnya tak mengundang jeri
***
Keyongan Kidul, 8 Desember 2015
-Mutiara Hayati-

0 komentar:
Posting Komentar