Yak! Akhirnya nge-post lagi~ ^^
Libur panjang. Siang menyengat.
Bosan. Akhirnya aku iseng buka-buka folder lama, dan ketemulah tulisan ini ^^
Seperti kalian pada umumnya, aku juga
pernah SD. Sekolahku dulu letaknya tidak jauh dari rumah, nggak sampai 5 menit
sudah sampai sekolah. Meski ibuku (yang saat itu masih menjabat sebagai guru) mengajar di SD yang
fasilitasnya lebih memadai, tapi SD
dekat rumah tetap menjadi pilihan. Selain jaraknya lebih dekat, juga banyak teman yang ku kenal
bersekolah di SD itu.
SD Petoyan 1. Salah satu SD
yang ada di desaku. Luas SD ini jauh jika dibandingkan dengan luas SD di kota
sana. Saat ini sekolah ini memiliki 5 bangunan. Dua bangunan untuk 6 ruang
kelas, perpustakaan, ruang kantor dan satu bangunan kecil untuk dapur dan UKS.
Bangunan tersebut tertata membentuk formasi U, dengan lapangan kecil di
tengahnya. Dulu sewaktu aku masih SD, sekolahku hanya memiliki 3 gedung.
Perpustakaan masih jadi satu bangunan dengan kelas. Rak buku kami memang
lumayan banyak, diisi dengan berbagai macam buku pelajaran hingga buku cerita.
Meski buku tersebut sudah sangat tua dan beberapa sudah dimakan kutu, terkadang
aku dan teman-teman berkunjung ke perpustakaan.
![]() |
| SD Petoyan 1 Pasca Bencana Gempabumi Jogja tahun 2006. Sementara sekolah direnovasi, kami belajar di sekolah darurat (Balai Dusun Petoyan). |
Jujur
saja sebenarnya saat itu sekolah kami amat tertinggal dengan sekolah lain. Kami
hanya punya dua jenis seragam saja waktu itu. Seragam merah putih dan seragam
pramuka. Satu lagi baju olahraga. Saat siswa sekolah lain bangga dengan seragam
identitas, kami tetap mengenakan seragam pramuka di hari Jumat dan Sabtu.
Bahkan meskipun kami rajin mengenakan seragam pramuka, di sekolah kami tidak
ada ekskul pramuka. Iya, kami tidak mengenal apa itu pramuka ketika SD. Barulah
mengenal pramuka ketika kami sudah menginjak SMP.
Meski
tertinggal dengan sekolah lain, tapi kami tetap bahagia. Ada banyak cerita yang
selalu terasa manis dikenang. Nah, di bawah ini beberapa poin kenangan yang
paling berkesan. Spesial buat sahabatku IKAPIJI’07 (Ikatan Alumni SD Petoyan 1
–read : siji) (singkatan gawe-gawe, wkwkwk).
- Tahun pertama masuk SD, teman sekelasku berjumlah 22
anak, yang berasal dari dusun yang berbeda-beda. Lepas kelas 3, jumlah
teman sekelasku menjadi 14 karena ada beberapa yang tinggal kelas. 8 siswa
laki-laki dan 6 sisanya perempuan. Ketika istirahat, terkadang kami berenam main di selokan dekat sekolah. Dua
anak nangkap ikan
(yang paling jago), sisanya cuma teriak-teriak, "Kae kae iwakke!" haha! Ikan (cethul) hasil
tangkapan di masukkan ke
dalam plastik bekas snack terus ditaruh di dekat semak-semak samping
selokan. Ketika ditengok sepulang sekolah, tinggal plastik sama airnya
doang. Ikannya entah lari (?) ke mana.
Sampai saat ini, lenyapnya ikan tangkapan masih menjadi misteri bagi kami.
wkwkwkwk.
- Kami sering ikut lomba olahraga (kasti, senam, sepakbola) tingkat gugus. Ya semacam pertandingan persahabatan. Haha! Dan hasilnya, kami selalu juara 3 dari 3 sekolah >///< tapi ku akui kalau ada lomba suporter kami pasti juara >:D Meski sering kalah, tapi kami senang karena bisa kenal dengan teman-teman dari sekolah lain. ^^
| Ketika mengikuti lomba kesehatan tingkat Kecamatan di Balai Desa Giritirto tahun 2006. |
- Olahraga paling digemari adalah kasti. Baik laki-laki atau perempuan, pasti suka. Sekali ada yang main kasti di lapangan sekolah, pasti anak-anak dari kelas lain ikut main. Sisanya ikut menonton, termasuk bapak atau ibu guru. So solid pokoknya C: Kami juga tidak pernah mempermasalahkan siapa yang menang atau kalah. Yang paling penting kami bahagia~
- Jajanan TERFAVORIT: salome Bakul Salome :D (itu nama ibu yang jualan kagak tahu sampai sekarang, makanya disebut 'Bakul Salome'). Sudah sejak pagi sebelum kelas dimulai, Bakul Salome sudah menjajakan dagangannya tepat di depan tugu masuk sekolah kami. Sekitar jam 8, barulah beliau pindah ke sekolah satunya. FYI, ibu ini rumahnya di Dusun Srunggo yang letaknya di dekat Goa Cerme dan sudah termasuk bagian dari kecamatan Imogiri, Bantul. Yang bikin salut, setiap harinya beliau jalan kaki. (T-T)7 uuuuu… Semoga Alloh selalu jaga ibu~
- Pernah bikin permainan yang agak geje tapi seru. Permainan ini punya dua tipe pemain, satu orang sebagai yang kalah suit (penjaga) dan sisanya yang menang suit (pemain). Pemain harus menghindar dari Penjaga yang stay di markasnya. Sementara Pemain lari-lari menghindar, Penjaga harus mendapatkan mangsanya dengan cara menyentuh tubuh Pemain. Pemain yang kena bakal menggantikan posisi Penjaga di markas. Nah, permainan ini selalu dilakukan tepat di peta Indonesia timbul yang ada di samping ruang kelas. Jadi dulu sekolah kami punya peta Indonesia timbul ukuran sekitar 3 x 2 meter yang ada di permukaan tanah. Markas Penjaga biasanya ada di Pulau Kalimantan. Pulau yang lain bebas untuk yang Pemain. Dan Pemain cuma diminta untuk lari bolak balik dari Pulau Sumatra ke Papua sambil menghindari sentuhan Penjaga. Lumayan lho ngarang permainannya! :D Soalnya kakak kelas dan adek kelas juga banyak yang tertarik nyoba juga :D
- Kami sering buat yel-yel yang sering dinyanyikan ketika teman laki-laki bertanding sepakbola dengan sekolah tetangga. Beberapa yel-yel malahan dibuat untuk mendiskripsikan teman-teman di kelas :D Bahkan ketika gempabumi melanda Jogja pun kami juga membuat yel-yel :’)
- THE MOST ALAY-EST MOMENT : Paling suka nulis pake kode-kode! Entah yang huruf “s” diganti jadi “5”, nulis “p” diganti “?” dan kode-kode alay yang lain -___-“ tapi kami bangga pernah alay! \XD/
- Kalau pas lagi bosen main di luar kelas, aku dan teman perempuan lain ngobrol di kelas sambil ngemil. Ntar lama kelamaan yang laki-laki ikutan nimbrung. :) Di situ kami sering curhat, berbagi pengalaman, cerita, bahkan sampai tentang keluarga :) Dari situlah kami jadi lebih mudah memahami pribadi masing-masing. Saling mendukung dan melengkapi :') uuuu terharu~
- Setiap anak selalu punya julukan masing-masing. Dan ku rasa julukanku lumayan parah -.- oke, fine. Dan aku nggak mau ngomong di sini -_-
- Kalau kami (anak perempuan) berselilisih lucu lagi! Kalau ada yang udah nggak mau berteman alias lagi ngambek, dia akan mencolek tubuh/barang orang yang tidak disukai sambil bilang 'balek' (kembali). Maksudnya semua yang sudah diberikan (persahabatan, kenangan -bukan barang) dikembalikan. Nanti kalau mau balik temenan lagi ya nyolek dia lagi sambil bilang 'balek' lagi -__- aneh aneh wae. Ini kejadian pas kami masih kelas 2 SD.
- Pernah ngasih kado ke Pak Guru yang ulang tahun. Pernah juga ngasih kenang-kenangan untuk bapak Kepala Sekolah yang pensiun. Tapi parahnya kenang-kenangannya nggak dibungkus! >////< astaga... malu bangeet kalo inget. Apalagi yang ngasih ke Bapak Kepsek itu akuuu! Hueee… *nangis kejer* Tapi betewe, itu kenapa bisa nggak dibungkus ya? O.o
- Suatu hari di kelas 4, kami pernah dapat kabar kalau salah satu guru kesayangan kita (Pak Sukirman –guru olahraga) akan dipindahkan ke sekolah lain. Itu sedihnya nggak ketulungan… T.T Beliau guru yang sangat kami sayangi dan paling sering diajak curhat, cerita lucu dan kalo pelajaran pun selalu seru. Tapi untungnya beliau nggak jadi dipindah, dan hanya diganti menjadi guru matematika. Sebagai ganti guru olahraga, kami kedatangan guru baru yang sampai sekarang masih mengabdi di SD Petoyan 1. Dan beliau pun tak kalah seru dan lucu :D Salam olahraga untuk Pak Hartono! ^^)7
| Foto bareng Pak Hartono (beserta putrinya) ketika rekreasi ke Candi Borobudur :3 |
- Ketika kelas 6, keenam anak perempuan pernah nangis bareng di pojok kelas gara-gara membayangkan perpisahan :( Guru-guru sampai khawatir. Ketika ditanya kita nggak mau jawab langsung, tapi lewat kertas yang itu pun tulisannya pake kode-kode -_- (alay sak pol e). Tulisan itu oleh anak laki-laki berhasil dipecahkan setelah membacanya dengan terbata-bata. Kurang lebih isi tulisannya gini "Kami tidak mau meninggalkan bangku SD". Melihat itu, saking gemasnya ada anak laki-laki yang bilang "Yongalah! Nyoh sesuk bangkune iki digawa wae ning SMP" *sambil berusaha ngangkat bangku di kelas* :D wkwkwkwkwkwk
- Satu lagi yang lucu. Pasca gempa kami pernah dikasih bantuan baju seragam. Dan dengan girang dan amat polosnya, kita tanya ke Guru, "Oh, ini pasti buat seragam identitas kita kan, Pak?". Padahal oh padahal, baju-baju yang emang seragam itu adalah baju kerja ala-ala pramugari atau resepsionist hotel xD Astaga… kami bisa berpikiran sepolos itu mungkin karena sekolah tetangga sudah punya seragam identitas baru sedangkan kami belum :D
- Ada kalanya 8 anak laki-laki tunduk sama kami, 6 anak perempuan :D Kami berenam selalu punya ide-ide jahil ngerjain temen-temen cowok :P Mulai dari sabuk yang ditarik-tarik sampai digelitik. :P hehehe mohon maaf lahir dan batin ya, Bro (^/\^)
Apa lagi, ya? :D Ayo, IKAPIJI, tambahin lagi poin-poinnya. Enam tahun itu lebih lama dari tiga tahun di SMP atau SMA. Tentu kenangan kita nggak cuma segitu. :D
Ah,
sekarang kita udah bukan lagi anak kecil ingusan yang hobinya
lari-larian, nangkap ikan di selokan, mainan kasti atau boy-boynan, suka
ngambekan, dan keseruan lain yang nggak didapat dari mainan gadget kayak anak
zaman sekarang. Kita emang saat itu nggak tahu apa-apa soal hebatnya teknologi
handphone, komputer atau internet. Tapi kita bahagia pernah mengalami masa-masa
menyenangkan yang sekarang ini sudah jarang ditemukan :’)
Spesial
buat teman-teman IKAPIJI’07, udah lama banget kita nggak kumpul kayak dulu.
Entah kalian sekarang ada di belahan bumi mana, sedang sibuk apa, mengerjakan
apa, tapi ku harap kalian baik-baik saja. Semoga sukses menyertai kita di jalan
kita masing-masing. Pengennya sih ketemu kalian lagi. Tapi kalo semisal Alloh
nggak ngasih izin reuni di sini, kita reuni di syurga ya nanti ^^ take care ya,
kawan~
Aku tahu kamu
tahu kita tahu
Bahwa kami SD
Petoyan 1
Kami siap
menghibur kalian
Dengan lagu
yang kami ciptakan
-the
end (tapi kenangan kami nggak pernah “the end”, eaa)-
![]() |
| Enam Srikandi Super \(>w<)/ meski wajah unyu, tapi kami bisa sangar juga XD (Maaf wajahku sensor haha) |
Salam dari aku
yang kangen berat sama kalian,
M. Ayu M. H. (NIS : 2123)

aku dadi mewek ╮(╯_╰)╭
BalasHapus