TRAUMA JANUARI

Beraniku meringkuk di kolong
Enggan keluar saat Januari bersilaturahmi
Ribuan iming ku beli
Tali-tali terikat janji
Hanya bungkam mendengung pelan
Menyisakan gelengan kepala yang berbuntut air mata
Hei, kau kenapa?
Januari ramah, kau tahu
Tapi, kenapa sembunyi?

Setumpuk raga puisi ia sodorkan
Puisi busuk berbelatung
Hitam bagai baru diangkat dari pembakaran

Ia pelakunya
Pelakunya ia
Hanya satu dua katanya
Ia hunuskan pada mereka
Tanpa sisa


Keyongan Kidul, Januari 2014

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar

Back
to top