BEKAH-KESIRAT-WOHKUDU : THE HIDDEN TREASURES OF PANGGANG AND PURWOSARI
Pantai! Siapa yang suka pantai cung! ^^
Nah kali ini aku akan bagi sedikit info
tentang (beberapa) pantai yang ada di Kecamatan Panggang dan Purwosari. Tau
nggak tuh daerah di mana? Check google
map dah! Itu kecamatan paling ujung di Gunungkidul, khususnya Purwosari
yang (mulai) biasa disebut Ujungkulonnya Gunungkidul. :D
Alhamdulillah, kemarin ketika liburan
minggu tenang dan semester, tiga pantai di Panggang dan Purwosari berhasil dicapai.
Tiga doang? Iya, soalnya mau jelajah pantai yang lain nggak ada teman, pun
terkendala cuaca yang sering hujan. Tapi seenggaknya sebagai anak asli
ngGunung, aku pernah lah main ke situ. Nggak perlu jauh-jauh harus ke deretan
pantai di semenanjung timur, yang paling deket rumah pun ada. Masih alami pula!
Serius! Ketenaran ketiga pantai ini belum menyamai ketenaran Baron, Ngrenehan,
Siung, Kukup, Krakal, dkk. Beberapa orang di luar daerah memang sudah ada yang
tahu, tapi hanya orang-orang yang nekad dan asli petualang yang berani ke
pantai ini. Why? Sebab aksesnya yang
masih sulit, gaes.
Nah, pantai yang akhirnya melengkapi misi
liburan kali ini adalah pantai Bekah, Kesirat dan Wohkudu. Ehm! Berhubung ane
punya background Geografi dan pernah dapet mata kuliah Oseanografi, rasanya
nggak afdol kalo aku nggak bahas dikit tentang pantai-pantai itu (serasa bikin
pembahasan di laporan praktikum -_-)a Ya nggak papa ding. Itung-itung ini
sedikit output aku kuliah selama 3 semester di Geografi. :D Jadi tulisan ini
akan cukup panjang ^^”
Nah sebelum njelasin pantai “surga” itu,
biar aku jelasin dikit tentang tipe-tipe pesisir. Pesisir itu punya beberapa
tipe, dikarenakan kondisi geologi tiap wilayah yang berbeda dan proses yang
berkembang pun pada akhirnya juga berbeda. Pernah bertanya-tanya nggak sih, kok
pantai di Parangtritis sama di Gunungkidul itu beda? Kenapa pasir di
Parangtritis warnanya item terus di Gunungkidul putih? Atau kenapa pantai di
pesisir utara pulau Jawa tidak berpasir tapi berlumpur? Apakah ini tergantung
dari amal dan perbuatan masyarakatnya? Pliss, jelas bukan itu jawabannya! -_-
Fenomena itu nunjukin kalo kondisi geologi tiap wilayah beda sehingga pantai
yang terbentuk pun berbeda. Beberapa di antara tipologi pesisir itu adalah tipe
Land Erosion Coast dan Structurally Shaped Coast yang akan aku
bahas di sini.
Mari kita mulai dari structurally shaped coast. Dari ketiga pantai yang telah ku
kunjungi, pantai Kesirat dan Bekah termasuk dalam tipe ini. Tipe ini memiliki
ciri berupa adanya cliff/tebing
terjal yang langsung berhadapan dengan samudra. Tebing ini dapat terbentuk
karena pada zaman dulu terjadi pengangkatan batuan dari dasar samudra hingga melebihi
permukaan air laut. Akibatnya ada bagian yang mengalami patahan dan membentuk
tebing-tebing yang langsung menghadap ke samudra. Tebing-tebing itu memiliki
pola memanjang membentuk garis pantai. Nah itu lah sebabnya nggak mengherankan
kenapa pantai di Gunungkidul banyak bertebing.
Pantai bertebing ini akan terus mengalami
proses erosi oleh gelombang laut yang menghantam tebing. Akibatnya tebing akan
mengalami pengikisan pada bagian bawah membentuk semacam cekungan. Jika proses
pengikisan oleh gelombang itu terus berlangsung maka memungkinkan terjadinya rockfall. Can you imagine it? Logikanya kalo ada tebing yang semula tebingnya
lurus kemudian bagian bawahnya terkikis membentuk cekungan maka tebing bagian
atas akan runtuh. Nggak mengherankan lagi kalo di pantai bertebing kalian akan
banyak menjumpai adanya bongkahan batu besar di dekat tebing.
Sementara itu pantai bertipe Land Erosion Coast seperti Pantai
Wohkudu ini terbentuk karena adanya proses erosi lahan di bagian hinterland (atas tebing). Erosi lahan
tersebut menyebabkan terbentuknya pola tanjung dan teluk. Akibat terbentuknya
tanjung dan teluk maka pola garis pantai di tipe ini tidak teratur. Contoh
pantai yang terbentuk yaitu pantai dengan gisik (pasir) bersaku, seperti di
Pantai Wohkudu. Gampangannya, pantai gisik bersaku itu ciri-cirinya pantai
berpasir yang kanan kirinya di apit oleh tebing. Biasanya luasan pantai
bergisik yang terbentuk hanya sempit.
Kalau kalian ke Wohkudu maka akan menjumpai
kalo pantai ini diapit oleh tebing di sisi kanan dan kirinya. Tebing ini pun
mengalami rockfall pula seperti
halnya tebing yang ada di tipe pantai akibat patahan. Bongkahan batu gamping
banyak dijumpai di pantai ini. Perlu digaris bawahi kalo bongkahan batu di
Wohkudu itu tajam-tajam, gaes. Kalian kudu ekstra hati-hati kalo pengen berpose
ria di atas batu. Jangan kayak aku yang nekat nggak pake sandal. Pasir di
pantai ini juga beda lho gaes dibandingkan dengan yang di Pantai Baron, Kukup,
dkk. Kalo kalian perhatikan lebih jeli, pasir di Wohkudu lebih kasar daripada
pantai lain yang udah tenar duluan. Why?
Sebenarnya terbentuknya pasir di pantai sangat ditentukan oleh tenaga gelombang
yang mengikis pasir atau hancuran batuan di sekelilingnya. Semakin besar dan
intensif tenaga gelombang menghempas pasir maka akan terbentuk pasir yang lebih
halus pula. Nah tapi kondisi yang di Wohkudu itu, di depan garis pantai banyak
dijumpai bongkahan batu dari ukuran sedang sampai besar. Akibatnya tenaga
gelombang yang menghempas daratan terhalau oleh batu di depannya. Kalaupun
ombak itu tetap menghempas pasir, tenaganya tidak begitu besar karena
sebelumnya sudah terhalau oleh batuan. *cmiiw
| banyak bongkahan batu di mulut pantai Wohkudu. (maaf foto kurang jelas karena keterbatasan kamera) |
Well, itu aja penjelasan sedikit(panjang)
tentang pantai Bekah, Wohkudu dan Kesirat berdasarkan perspektif ane sebagai
mahasiswa Geografi. Untuk lebih jelasnya, silakan masuk Fakultas Geografi atau
jurusan Oseanografi. Hehe… atau untuk teman-teman Geografi, ku sarankan datang
ke sini kalo mau observasi langsung dan bikin pembahasan versi kalian, hehe ^^
Nah, kalo bicara tentang akses menuju
pantai, Pantai Wohkudu dan Kesirat sendiri sebenarnya satu jalur. Mereka
tetanggaan. Iya, kedua pantai itu hanya dibatasi oleh satu tebing yang menjorok
ke laut. Untuk ke Pantai Kesirat kalian bisa memarkirkan kendaraan nggak jauh
dari tebingnya. Berbeda dengan pantai Wohkudu, karena kalian kudu berjalan
melewati jalan setapak yang kanan kirinya banyak semak-semak. Jarak yang harus
ditempuh untuk sampai ke pantai dari tempat parkir sekitar 500 m. Capek memang.
Tapi terbayar lunas dengan pemandangan pantai yang luar biasa indah, pun dengan
bonus main air laut. Beda dengan Kesirat yang kalian hanya bisa memandang air
laut dari atas.
![]() |
| Wohkudu ada di sebelah timur Kesirat yang hanya dibatasi oleh tebing |
Nah, kedua pantai ini terletak di desa
Girikarto, Panggang. Jalan untuk menuju pantai ini searah dengan jalan menuju
Pantai Gesing. Dari jalan utama, nanti kalian ikuti aja palang petunjuk arah yang
menuju pantai Gesing. Kalo kalian dari pusatnya Panggang (yang ada terminal),
nanti sebelum sampai ke Pantai Gesing, akan ada palang kecil warna ijo
bertuliskan “Pantai Kesirat”, tepat di atas Masjid (iya masjid kalo gak salah ingat) di jalan menurun. Nah
tinggal ikutin terus jalan itu. Ntar setelah laut mulai keliatan kalian akan
nemuin gubuk di kiri jalan yang ada tulisannya “tempat parkir”. Di situ tempat
kalian memarkirkan kendaraan kalo mau ke Wohkudu. Sedangkan kalo mau ke Kesirat
tinggal lurus aja ikutin jalan. Oh ya karena pantai ini masih sangat alami,
maka jangan harap akan ada fasilitas seperti kamar mandi, warung, penginapan,
dkk. Tapi kedua pantai ini sangat cocok untuk kegiatan kemah. Keamanan motor? Santai
aja, dari masyarakat setempat ada yang bersedia menjaga (tapi dikenakan tarif).
| tanjakan yang cukup ekstrim >.< (foto diambil dari tempat parkir Wohkudu) |
Sementara itu, Bekah terletak di desa
Giripurwo, Purwosari. Sama dengan pemandangan di Kesirat, dari atas tebing
Bekah, kalian dapat melihat jejeran tebing di sepanjang kanan dan kiri yang
membentang elok. Kalo kalian lihat ke arah barat, kalian bisa melihat jejeran
pantai di Bantul dari kejauhan. Sementara di sebelah timur, kalian akan melihat
jejeran tebing yang membentuk garis pantai di Gunungkidul. Kata beberapa situs
yang pernah kubaca, kalo kalian beruntung terkadang ada lumba-lumba yang
menyembul ke permukaan. Pantai bekah juga sangat cocok untuk menikmati sunset.
Kalo pas di Pantai bekah kalian kebelet
buang air, santai aja. Di sana sudah tersedia kamar mandi. Kalo capek pengen
tidur? Santai aja, di sana juga sudah ada penginapan. Di tepi tebing pun kini
sudah dibangun pagar pembatas sehingga lebih aman, beda dengan Kesirat yang
nggak ada pengaman di tepi tebingnya. Bekah emang sudah berbeda dibanding
ketika aku pertama kali ke sana (masih SD). Dulu pantai ini masih benar-benar pure seperti belum tersentuh. Paling cuma
para pemancing lobster yang sering ke sana dan bangun gubuk. Sama halnya dengan
Wohkudu, dulu aku dan rombongan rekan kerja bapak harus berjalan kaki dari
tempat parkir ke tebingnya. Tapi sekarang mobil pun bisa sampai tebing. Nah
sayangnya lagi, lahan di sektiar pantai bekah sudah banyak yang dijual ke
investor asing. Sedih banget surga seindah itu udah nggak dipunyai oleh warga
asli situ.
| penginapan yang langsung menghadap lautan ^^)d perfectooo~ |
Ada tapinya nih. Akses untuk menuju Bekah
lebih parah daripada di Pantai Wohkudu dan Kesirat. Untuk palang petunjuk
arahnya mungkin Bekah sudah lebih baik daripada kedua-pantai-bersaudara tadi.
Sebab dari Jalan Jalur Lintas Selatan akan ada palang yang cukup besar yang
akan mengarahkan kalian ke Bekah. Pada awalnya jalan yang dilalui masih cukup
manusiawi untuk dilalui motor, tapi kira-kira sekitar 1-2 kilo sebelum mencapai
tebingnya, kalian akan dikejutkan dengan jalan berbatu terjal. Kalo aku bilang
batunya runcing-runcing, gaes! :O Motor biasa bisa bobrok kalo dipaksa lewat
situ, apalagi kalo pengendaranya nggak cukup lihai. Untuk mengatasinya,
parkirkan saja kendaraanmu di tepi jalan. Santai aja nggak bakal ada yang
maling. Warga di sana baik-baik kok ^^ Nah dari tempat parkir kalian harus
jalan untuk tiba ke pantainya. But, it
takes too much energy, gaes! Hampir sekitar 2 kilo plus kalian akan melewati jalan menurun yang nggak bisa dibilang
landai. Bayangin aja pulang jalan kaki lagi. Langsung kurus! ^^
Sesulit apapun medan, dijamin nggak akan
rugi main ke pantai-pantai ini. Serius. Ini beda dari yang pantai yang
biasanya. Cocok banget buat kamu yang suka main ke tempat yang nggak rame
pengunjung. Kamu bisa sepuasnya bertafakur di sini tanpa hiruk pikuk dari
pengunjung lain. Atau untuk sekedar mengagumi ciptaan Allah yang super emezing
ini.
Nah sekian sampai sini dulu. Tapi
sebelumnya makasih buat mbak Nani, Ferdi, dan Nisa yang udah mau berjuang
bersama ke Kesirat. Buat bapak yang mau nemenin ke Bekah dan buat best buddies, Rory dan Desi untuk
kebersamaan di Wohkudu. ^^ Big thanks for
you all ^^)/ big thanks juga buat
kalian yang udah mau nyempetin mampir ke Aksara Hati J Semoga tulisan ini
bermanfaat ^^
Salam Petualang, Gaes! ^0^)/
Tanjung
(permai), 1 Februari 2015
![]() |
| Amazing adventures with you all <3 |



3 komentar:
Posting Komentar