PEMENDAM

Perkenalkan, namaku adalah Pemendam
Apapun akan ku pendam
Hingga banyak yang terendapkan
Mari ke rumahku
Ada banyak endapan yang ku pajang di dinding rumahku
Endapan di sudut depan adalah sisa rasa bahagia yang ku spesialkan
Mereka sebenarnya terlalu indah ku sebut endapan
Tapi ya, sejatinya mereka memang endapan
Hanya saja mereka lebih beruntung, karena lahir dari barisan senyum dan tawa

Nah di sudut belakang adalah endapan dari hal-hal yang pernah memeras mata
Endapan hitam yang sengaja ku pajang
Menambah kesan buruk di rumahku memang
Mereka sudah pernah ku buang
Tapi, bagai hantu mereka gentayangan
Mereka menuntutku, sebab masih merasa bagian dari aku
Tidak apa, mungkin memang sebaiknya endapan hitam ini tetap ku simpan
Meski buruk rupa mereka

Sebagai pemendam, tak banyak orang yang ku izinkan masuk ke rumahku
Aku tak ingin banyak orang tahu tentang diriku
Hanya beberapa saja yang ku percaya untuk melihat pajangan di rumahku
Kalau kau adalah salah satu yang pernah ku izinkan masuk, bagiku kau spesial
Tapi jika saat ini aku menutup pintu untukmu
Bukan berarti kau bukan salah satu yang spesial
Ada di antara kalian yang ingin ku undang masuk tapi tanganku susah untuk merengkuhmu
Mulutku terlalu kaku untuk memanggilmu
Mungkin bukan saat ini
Semoga saat saat yang lain itu datang

Hai, perkenalkan namaku adalah Pemendam.
Apapun ku pendam
***


Mutiara Hayati
Tanjung, 4 Februari 2017

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar

Back
to top