TENTANG PEREMPUAN (2)


"La, ada nggak sih hal yang paling nggak kamu sukai tapi tetep kamu lakukan?"
Perempuan itu bergumam sejenak. "Ada."
"Apa itu?"
"Aku paling nggak suka berbohong tapi ya tetep aja ku lakuin."
"Hei! Bukannya kamu sendiri pernah bilang kamu sangat benci dengan kebohongan? Kejujuran buatmu nomor satu kan?"
Nilam tertawa kecil melihat reaksi Taka.
"Iya benar, Ka aku sangat menomorsatukan kejujuran. Dalam hal apapun jujur adalah nomor satu. Sebab sekali bohong akan ada banyak kebohongan yang mengekor di belakangnya." terangnya sambil tertawa lebar.
"Lantas kenapa kamu bilang kamu tetap berbohong meski benci?" kening Taka mengernyit. "Aku tak paham."
"Aku sering berbohong tentang perasaan. Ku rasa tidak hanya aku saja tapi banyak perempuan lain yang demikian. Pernah kan denger cerita tentang perempuan yang kalo ditanya kenapa jawabnya nggak papa tapi sebenarnya memang ada masalah dengan dirinya? Nah saat itu lah perempuan melakukan hal yang paling dia benci tapi karena tidak ada pilihan lain, dia terpaksa berbohong dengan perasaannya. Dia mencoba menutupnya dari dunia luar. Dia nggak ingin dunia tahu apa yang sebenarnya dia rasakan. Makanya dia memilih berbohong. Baginya itu cara terbaik meski sebenarnya jauh di dalam hatinya dia rapuh menahan perasaannya sendiri."
"Kenapa perempuan sebegitu tidak inginnya dunia tahu apa yang dirasakannya? Sebegitu besarnya usahanya untuk menyimpan perasaan itu di dalam."
"Ada banyak hal. Tapi pada intinya itu dilakukan karena perempuan ingin menjaga hati maupun hubungan dengan orang-orang di sekelilingnya. Bisa jadi apa yang dirasakan itu jika dikeluarkan akan menyakiti orang lain. Merusak hubungan yang sudah lama diikat. Makanya perempuan akan menguatkan diri dengan tetap menahan apa yang dirasakan agar tidak keluar."
"Tapi pada beberapa situasi kadang yang membuat perempuan menahan perasaannya adalah karena mereka khawatir tentang respon dari luar terhadap perasaannya. Ada semacam ketakutan jika responnya justru akan balik menyakiti hati sendiri. Ada kok perempuan yang seperti itu. Mereka ini akan mengerahkan semua tenaganya untuk menahan perasaannya."
"Semua kembali ke perasaan ya kalo perempuan? Sekalipun itu memang harus menikam diri sendiri." ujar Taka.
Nilam bergumam mengiyakan. "Berbohong terhadap perasaan sendiri bagi perempuan itu memang sangat berat. Aku pernah bilang kan tentang perempuan itu makhluk paling perasa? Tapi dia justru dengan ter-pak-sa harus menolak apa isi hatinya. Mengabaikan apa yang dikatakan hati. Dia menolak fakta bahwa hatinya merasa nggak nyaman, padahal sebenarnya memang hatinya demikian."
Hening sejenak menjeda di antara Taka dan Nilam. Di pikiran mereka masing-masing terputar berbagai macam pemikiran tentang hal ini.
"Aku nggak tahu sih, apakah laki-laki juga sering melakukan pembohongan yang demikian. Dalam artian bohong atas perasaannya sendiri. Selama ini yang ku tahu laki-laki berbohong untuk menutupi kesalahannya sendiri. Ya tapi memang sih nggak bisa mengeneralkan teori itu ke semua laki-laki. Iya gitu nggak sih, Ka?" tanya Nilam membuyarkan hening.
Taka tertawa kecil.
"Kamu kepo?" senyum jail Taka menghilangkan raut penasaran Nilam.
"Ah kamu nyebelin banget. Tanya banyak tapi giliran ditanyain malah digituin," ujar Nilam sengan raut kesalnya.
Taka tertawa lebar.
***

Bantul, 19 April 2018

Note :
Assalamu'alaikum. Alhamdulillah "Tentang Perempuan (2)" terwujud. Terimakasih untuk teman-teman cantikku yang sudah mau berbagi dan bersedia kutanyai hehe. Terimakasih juga untuk beberapa usulan untuk Tentang Perempuan. Membuka juga peluang untuk kaum adam jika ada yang mau ditanyakan perihal perempuan. Anggap aja kamu jadi si Taka di sini wehehehe. Oh ya, mohon maaf ya jika ada yang salah di tulisan ini. Bisa jadi memang ada perempuan lain yang tidak merasa demikian. Haya menuliskan apa yang pernah di rasa, yang selalu dijumpai, dan hasil dari kepoin teman sendiri hehe.
Akhir kata, terimakasih sudah berkunjung ke Aksara Hati :)
Wassalamu'alaikum

*salam
Mutiara Hayati

CONVERSATION

2 komentar:

  1. Assalamu'alaikum.
    Kak mau sedikit sharing nih, berhubung saya laki-laki jd dr sudut pandang laki-laki saja ya hehe...
    menurut saya, soal teori "laki-laki berbohong untuk menutupi kesalahannya sendiri" tidak 100% benar. Mau laki-laki ataupun perempuan pasti pernah yang namanya "berbohong untuk menutupi kesalahannya sendiri" ya kan.
    Sebenarnya laki-laki juga ada yang berbohong terhadap perasaan sendiri seperti halnya perempuan yang kakak jelaskan di atas. Tapi ya memang minoritas, tergolong langka dan patut ditangkarkan serta dilindungi agar tidak punah #lohh
    laki-laki tipe ini biasanya punya pemahaman agama yang dalam. Biasanya tidak ingin dirinya dan sang perempuan terjerumus ke arah maksiat. Cara berbohongnya sih beragam, beberapa mungkin sama seperti perempuan yang kaka jelaskan. Tetapi ada juga yang berbohongnya ekstrim, dengan sikap acuh, menjauhi, atau bahkan mengutarakan kalau "tidak menyukai" si perempuan.
    Tetapi memang intinya, semua dilakukan untuk menjaga. Tapi kondisi ini tidak permanen. Ketika sudah dirasa waktunya pasti laki-laki ini juga akhirnya akan pergi untuk mengutarakan perasaannya dan melamar si perempuan.
    Tapi ya kembali lagi, laki-laki tipe ini minoritas. Mayoritasnya ya seperti yang mungkin kakak tau. Ini semua dari hasil pengamatan dan pengalaman pribadi, kalau ada yg tidak sesuai mohon dimaafkan hehe
    NB: Lain kali yang tentang laki-laki bisa ditanyakan ke kaum adam langsung aja kak jadi hasilnya lebih mewakili :)
    Wassalamu'alaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam. Sebelumnya terima kasih sudah berkunjung ke Aksara Hati dan terima kasih juga untuk tanggapan dan sarannya :) iya memang saya setuju statement yg ku tulis d atas tentang "bohong untuk menutupi kesalahan" tidak bisa digeneralkan ke semua laki-laki. Hanya saja sepertinya memang statement itu "terlanjur" ditempelkan ke kaum adam oleh publik. Apa ya istilahnya, saya lupa hehe.. Tapi iya benar kok perempuan juga pasti ada yang bohong karena kesalahan juga.
      Wah iya terima kasih sudah menjawab pertanyaan Nilam :D tipe minoritas ya :D hehe
      iyaa jika ada kesempatan akan saya tanya tanya ke kaum adam langsung :D sekali lagi terima kasih sudah berkunjung :)

      Hapus

Back
to top