JANGAN SEMBARANG MENARUH HARAPAN

Jangan, Dek

Jangan 
Jangan memberikan harapan pada orang yang bahkan tidak merasa kau beri harapan 
Sebab jika suatu hari nanti harapan itu jatuh dan mendatangkan kekecewaan besar,
Dia tidak akan pernah merasa bertanggung jawab atas kekecewaanmu 
Apalagi merasa harus meminta maaf padamu
Dia tidak akan paham jika tiba-tiba kau mendatanginya dengan tangis kekecewaan
Bilang, "Kau jahat! Kenapa kau tega membuatku kecewa?"
"Hei, apa salahku? Kecewa? Apa? Aku tidak pernah berbuat apapun padamu."

Sungguh, dia tidak akan mampu menafsirkan tangismu, Dek 
Tak perlu iseng mencoba, itu jelas sakitnya luar biasa 
Sama halnya dengan:
Mengetahui orang yang selalu terselip di doamu ternyata justru menyelipkan nama lain di doanya
Aduh, Dek itu sakitnya harus ditanggung melewati purnama kesekian 

Ku bilang ya, Dek 
Tak sepatutnya kau biakkan harapan pada seseorang, terlebih pada bagian hidupmu yang belum diberi kepastian 
Kau masih buta, semua serba meraba 
Salah meletakkan saja bisa mengundang badai kekecewaan yang memporakporandakan sukma 
Peliharalah harapanmu dengan balutan doa, Dek 
Bawa ke tanah lapang dan terbangkan mereka pada langit, singgasana Sang Pengabul Harapan 
Harapanmu ku pastikan akan terawat di sana 
Tak akan ada ketakutan pada kekecewaan 
Pada Tuhan, suguhkan keyakinan

KK, Februari 2016
-Mutiara Ha(ya)ti 

CONVERSATION

1 komentar:

Back
to top