SAJAK KAU BERTAMU

Pagi masih mengumpulkan nyawa
Saat ia datang bertamu di serambi rumahku
Berbekal setenteng hadiah dari rumahnya
Ia sodorkan penuh ramah padaku

Tak butuh waktu lama untuk membuat obrolan kita berlari
Kau hanya perlu sedikit gurau dan banyak senyum
Dan dua cangkir teh menyaksi di meja
Manandai saban semu merona di pipiku

Hei, aku senang kau datang pagi ini
Terima kasih untuk buah tangan dari rahim bundamu
Tapi, jika boleh aku tahu
Apa maksud kedatanganmu kemari?
Apakah kau tengah mampir saja di sini sebentar dalam petualangan panjangmu
Atau memang di sinilah ujung dari langkah kakimu?

Aku kian tenggelam dalam tanya
Saat kau justru berbicara dengan matamu
Lengkap, senyum terukir di wajah tenangmu


Tanjung (Permai), 6 September 2014
-eLKa

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar

Back
to top