Malam ini Tuhan berkunjung ke rumahku
Kata-Nya, Tuhan ingin tahu kabarku
Sebab aku sudah lama tak memberi kabar pada-Nya
"Kau sibuk apa sekarang? Aku rindu. Kau jarang menemuiku."
Malam ini Tuhan (tiba-tiba) berkunjung ke rumahku
Menanyakan kabarku
Meleburkan rindu
Dan malam ini, aku hanya bisa menyajikan secangkir air mata
Dan sepiring kue basi yang ku racik dari adonan keputusasaan
Tuhan menatapku, dalam
Menyaksikan bagaimana lolongan hujan deras dalam diriku
Menyaksikan bagaimana gemuruh badai mengoyak pondasi dalam diriku
Menyaksikan bagaimana pekikan petir dan ledakan-ledakan yang dimuntahkan dalam diriku
Menyaksikan bagaimana aku menangisi aku
"Kemarilah," kata Tuhan padaku
Tangan-Nya terbuka ingin memelukku
"Tapi aku kotor, Tuhan. Aku tak ingin mengotori-Mu."
"Biar Aku yang membersihkan kotoran dari tubuhmu. Jangan khawatir, Aku tak pernah kotor karena berpelukan dengan hamba-Ku."
Hujan di luar berguguran
Dan akhirnya aku melabuhkan tangis pada sebuah dekapan
"Maafkan aku mengabaikan-Mu, Tuhan."
"Tidak apa, Hamba-Ku. Aku justru selama ini khawatir padamu. Ku perhatikan Kau sedang berenang dalam kubangan lumpur. Kau menangis lumpur yang semakin menenggelamkanmu. Itu sebabnya Aku datang berkunjung. Aku hendak menawarkan pertolongan. Aku bermaksud untuk membersihkan lumpur dari tubuhmu. Astaga, Aku sedih melihatmu lusuh begini. Kau harus cantik. Hatimu pun. Batu di pundakmu itu biar Ku bantu pikul. Aku sedih melihatmu terkoyak bermandikan lumpur dan darah yang bercampur air mata."
Hujan di luar semakin berguguran
Dan isakanku makin menjadi-jadi
Malam ini Tuhan berkunjung ke rumahku
Dia berpamitan
Ku antarkan sampai pintu depan
"Tuhan, jika aku ingin mengunjungi-Mu bagaimana caranya?"
"Kau bisa mengunjungi-Ku dengan sujud lantas membaca puisi-puisi yang pernah Ku tulis."
"Lantas kalau aku ingin Kau kembali berkunjung apakah aku harus mengotori diriku lagi?"
"Tidak perlu. Cukup kau panggil Aku dengan kalimat permata di pagi dan petang. Aku akan datang menemanimu menyambut fajar dan mengantarkan senja pada malam."
***
Bantul, 30 September 2016
Mutiara Ha(ya)ti
CONVERSATION
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Pemilik Aksara
- Mutiara Hayati
- Yogyakarta
- Perempuan yang hatinya dicuri oleh langit berkali-kali
Popular Posts
-
Beberapa hari yang lalu adek sepupuku yang masih berusia 5 tahun menjalani operasi mata kiri. Saat itu aku ikut menunggu proses jalannya op...
-
Suatu pagi di hari pertama puasa tahun 2020, aku mendapati diriku hamil setelah melihat ada dua garis biru di 2 testpack yang ku gunakan. Pe...
-
Pantai! Siapa yang suka pantai cung! ^^ Nah kali ini aku akan bagi sedikit info tentang (beberapa) pantai yang ada di Kecamatan Panggang ...
-
Yak! Akhirnya nge-post lagi~ ^^ Libur panjang. Siang menyengat. Bosan. Akhirnya aku iseng buka-buka folder lama, dan ketemulah tulisan in...

0 komentar:
Posting Komentar