Akan ada masa
Aku yang merindukan hujan
Kau yang menginginkan hujan
Pada sekat bisu
Menjarah kata kita berkata
Hujan tidak selamanya berdiri di antara kita
Dia akan kembali menjelajah tubuh lain dari langit
Di luar sana, yang entah mata kita tak menjangkaunya
Tapi, hujan meninggalkan kemarau di antara kita
Dan kita akan kembali bisu
Enggan maju,
Sebab sekali maju
Mati kita oleh kata yang direnggut kemarau
Aku akan merindukan hujan
Sebab mataku bisa membaur bersama rinai ketika menatapmu
Suaraku bisa melebur bersama derai ketika melafalkan doa untukmu
Kau pun akan menginginkan hujan pula
Hujan yang sama
Hanya saja, baur yang ku nikmati selama mencintaimu
Tak mampu menjawab keresahan yang ku gantung di kelabu
Kau, Hujan, dan Aku
Senyawa padu yang diciptakan Tuhan
Sebelum waktu mengangguk setuju
Memanggil hujan dan menyisakan
Kau dan Aku
Aku akan merindukan hujan
Sebab ia bagian dari kita yang membuatku utuh duduk di ruang tunggu
***
Tanjung, 22 Juni 2016
Mutiara Ha(ya)ti
CONVERSATION
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Pemilik Aksara
- Mutiara Hayati
- Yogyakarta
- Perempuan yang hatinya dicuri oleh langit berkali-kali
Popular Posts
-
Beberapa hari yang lalu adek sepupuku yang masih berusia 5 tahun menjalani operasi mata kiri. Saat itu aku ikut menunggu proses jalannya op...
-
Suatu pagi di hari pertama puasa tahun 2020, aku mendapati diriku hamil setelah melihat ada dua garis biru di 2 testpack yang ku gunakan. Pe...
-
Pantai! Siapa yang suka pantai cung! ^^ Nah kali ini aku akan bagi sedikit info tentang (beberapa) pantai yang ada di Kecamatan Panggang ...
-
Yak! Akhirnya nge-post lagi~ ^^ Libur panjang. Siang menyengat. Bosan. Akhirnya aku iseng buka-buka folder lama, dan ketemulah tulisan in...
0 komentar:
Posting Komentar