KAU, HUJAN, DAN AKU (2)

Akan ada masa
Aku yang merindukan hujan
Kau yang menginginkan hujan
Pada sekat bisu
Menjarah kata kita berkata

Hujan tidak selamanya berdiri di antara kita
Dia akan kembali menjelajah tubuh lain dari langit
Di luar sana, yang entah mata kita tak menjangkaunya
Tapi, hujan meninggalkan kemarau di antara kita
Dan kita akan kembali bisu
Enggan maju,
Sebab sekali maju
Mati kita oleh kata yang direnggut kemarau

Aku akan merindukan hujan
Sebab mataku bisa membaur bersama rinai ketika menatapmu
Suaraku bisa melebur bersama derai ketika melafalkan doa untukmu
Kau pun akan menginginkan hujan pula
Hujan yang sama
Hanya saja, baur yang ku nikmati selama mencintaimu
Tak mampu menjawab keresahan yang ku gantung di kelabu

Kau, Hujan, dan Aku
Senyawa padu yang diciptakan Tuhan
Sebelum waktu mengangguk setuju
Memanggil hujan dan menyisakan
Kau dan Aku

Aku akan merindukan hujan
Sebab ia bagian dari kita yang membuatku utuh duduk di ruang tunggu
***

Tanjung, 22 Juni 2016
Mutiara Ha(ya)ti

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar

Back
to top