JIKA HUJAN MASIH DI BULAN JUNI


Jika hujan masih jatuh di bulan Juni,
apa yang akan kau pinta pada Tuhan, Kekasih?
Apakah rindumu pada kuntum akan tetap kau penjara?
Sedang di luar petir memacu detik di dindingmu
Apakah kau tidak ingin membebaskannya?
Membiarkan rindumu mengecup kelopak-kelopak bunga yang terharu
-hampir layu menunggumu

Jika hujan masih jatuh di bulan Juni,
apa yang akan kau pinta pada Tuhan, Kekasih?
Apakah kau akan meminta Tuhan
untuk terus memupuk rahasiamu?
Sedang cinta menuntut pelabuhan
Ia menuntut pijakan

Jika hujan masih jatuh di bulan Juni,
apa yang akan kau pinta pada Tuhan, Kekasih?
Apakah jejak-jejak ragu masih akan kau sambangi?
Tidak lelahkah kau mendengar keluh keresahan mengekor?
Tidakkah kau ingin Tuhan mencabut keraguanmu hingga akar?
Biar pendam dan diam tidak lagi menjadi senjata andalan
menjaga teduhnya bunga dari kejauhan

Jika hujan masih jatuh di bulan Juni,
apa yang ku pinta pada Tuhan adalah:
rintik rinduku yang membasahimu
akar yang tak perlu menyerap rasa menjadi rahasia
jejak keraguan yang dihapuskan rinai renjana
Sebab, jika hujan masih jatuh di bulan Juni,
aku tak ingin berlama-lama
merapal puisi Sapardi
***

Bantul, 1 Juni 2016
Mutiara Ha(ya)ti

CONVERSATION

1 komentar:

  1. Love love love 😇 maknanya dari hati banget. Kamu, jangan sampai layu yaaa..wkwk

    BalasHapus

Back
to top