Aku
ingin membaca puisi bersamamu, seperti kala itu
Saat
benih yang kita tanam
tersenyum
girang setiap embun menyelimuti
Angin
setia membawa kabar
tentang
pelangi di Pulau Seberang
Aku
ingin membaca puisi bersamamu
Walau
sebait saja, atau sebaris bahkan
Pada
senja yang mengatup pelan
ingin
ku sampaikan selamat petang dari puisi-puisi yang mengejang
Atau
fajar yang merekah sinar
ingin
ku teriakkan cinta dari puisiku yang menggeliat
Aku
ingin membaca puisi bersamamu, seperti kala itu
Saat
gemintang masih polos mendampingimu
yang
terbata mengeja bait syair
Seperti
rinduku pada puisi-puisi yang tersipu malu setiap diraba
dan
jeda di antara kata yang terperangah
Aku
ingin membaca puisi bersamamu, seperti kala itu
Saat
malam dan siang masih berikrar, satu
Keyongan Kidul,
17 November 2015
-Mutiara Ha(ya)ti
*(lagi-lagi) dipersembahkan buat Galih Ratna, yang menemaniku mencintai puisi
Ayuk.. :') :') jadi pengin meluk. *melukPuisimu
BalasHapus