AKU DAN PUISI


Aku sering bercengkerama dengan puisi-puisiku, ketika surya mulai menggantung di atas cakrawala bahkan hingga candra telah menggantikannya. Ada banyak hal yang sering ku bincangkan dengan mereka. Apa yang aku alami hari ini, yang ku temui hari ini, yang ku rasakan hari ini, termasuk kejadian-kejadian spesial dan langka. Setiap kali aku mulai mengalunkan cerita, mereka tampak senang menyimak. Mata-mata bulat yang mengerjap-ngerjap pada setiap jeda yang ku buat. Satu dua mereka mengangguk, terperangah lantaran takjub. Selalu ada desir kelegaan yang menyebar di sekujur pembuluh badan setiap kali cerita yang ku kisahkan usai ku tuturkan. Dan dengan lembutnya mereka, puisi-puisiku, selalu paham bagaimana menanggapi ceritaku. Tatkala aku mengkisahkan lelucon, tak ayal mereka ikut tertawa. Tatkala aku mengkisahkan sendu, tanpa ragu mereka memelukku.

Aku sering bercengkerama dengan puisi-puisiku, ketika surya mulai menggantung di atas cakrawala bahkan hingga candra telah menggantikannya. Banyak hal yang ku bagikan pada mereka. Pun banyak hal yang ku simpan pada mereka. Memohon untuk tidak meluberkan pada semesta, sebelum Sang Maha yang menuntunnya.

Aku sering bercengkerama dengan puisi-puisiku. Mereka adalah potongan-potongan hatiku.


Bantul, malam ini

-Mutiara Ha(ya)ti-

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar

Back
to top