Beberapa hari yang lalu, aku dan langit -berdua saja- duduk di pelataran rumah sembari menikmati senja yang menari-nari diiringi suara merdu kidung cinta sore hari.
Langit pamit padaku. Bilang sudah saatnya dia pergi dahulu untuk beberapa purnama. Ia akan kembali lagi menemaniku mengunjungi puisi-puisi yang ku pajang di taman. Pun kembali menemaniku menyiram puisi-puisi yang ku besarkan di halaman rumah -yang mereka selalu bersorak kegirangan saat dia memanggil nama mereka.
"Aku akan memberimu kabar. Sungguh. Aku akan menyampaikan pesan padamu tentang kabarku melalui apapun. Aku memang tidak bisa menembus bahtera pagar kelabu yang menggantung di atasmu. Aku memang tidak bisa menembus mereka untuk menyapa puisi-puisimu. Aku tidak bisa menembus mereka untuk menemanimu menjahit gaun-gaun cantik yang sering kau pakaikan pada puisimu. Tapi percayalah, pesanku pasti sampai padamu. Melalui setiap butir air yang menyapa kehidupan di bumi. Atau sinar hangat matahari yang menyusup di rekahan kelabu ketika pagi hari. Atau peraknya sinar purnama yang mencoba memecah bahtera kelabu di dinginnya malam. Tapi ku pastikan ia akan sampai ke kamu."
Aku mengerti, Langit. Sejak awal setiap kita sudah menginjak bulan kesembilan kau selalu berkata demikian. Dan memang semua kata-katamu bisa ku pegang -bahkan berani untuk ku genggam. Aku akan baik-baik saja di sini. Dan akan ku pastikan aku akan selalu baik-baik saja, jadi kau tak perlu risau juga. Aku tak akan membiarkan hujan mengajakku berselimut kegelisahan, sembari menyesapi rasa pahit yang dihidangkan realita. Aku tak akan membiarkan hujan memainkan denting pilu di ruang tengah rumahku. Sebaliknya aku akan mengajak hujan menari di atas rumput-rumput pendek yang telah lama menimbun rindu padanya. Aku akan mempertemukan hujan dengan lampu-lampu kota, kursi bisu di taman kota yang sudah menyambut kedatangannya sejak beberapa minggu lalu. Aku akan mengajak hujan menyanyikan lagu paling membahagiakan yang pernah kau ajarkan padaku. Aku akan menggandeng hujan, mengingatkannya bahwa kedatangannya bukan suatu kesalahan. Kedatangannya bukanlah suatu dosa besar. Aku akan mengingatkannya bahwa banyak yang merindukan ia, menantikan kedatangannya. Bahkan meski setiap tahunnya aku harus berpisah sejenak denganmu, itu tetap berharga buatku -dan bukan suatu hal yang patut dikutuk. Sebab secara tidak langsung hujan telah mengajarkanku tentang makna rindu. Jarak tidak selamanya berupa buruk kan?
*
Sore itu adalah titik kami memulai kembali merangkai rindu di tempat masing-masing.
***
Bantul, 8 September 2018
-Mutiara Hayati-
*
Sore itu adalah titik kami memulai kembali merangkai rindu di tempat masing-masing.
***
Bantul, 8 September 2018
-Mutiara Hayati-
"I'm gonna miss you, Blue"

haii selamat pagi numpang promo yahhh
BalasHapusE D E N POKER lagi bagi-bagi bonus newmember
10.000 Rp Nihh yukk buruaan jangan sampaii
ketinggalannn !!
Ijin promo yahh
Hallo Bossku ! mau kasih info sedikit nihh , di EDENPOKER lagi memberikan bonus
10.000 Ribu GRATISS LHOO dan kami juga memberikan bonus next depo 5 % juga lhoo
ayoo buruaan gabung bersama kami di E D E N P O K E R . X Y Z