Kisah ini seluruhnya akan bercerita tentang aku dan masa
laluku. Aku, mantan bocah yang selalu senang menjelajah perbukitan karst. Ya,
aku dibesarkan di sebuah daerah kecil yang baru beberapa tahun lalu memutuskan
untuk terpisah dengan kecamatan lain dan berdiri sendiri sebagai kecamatan di
Kabupaten Gunungkidul. Purwosari. Kau tahu daerah itu? Berdasarkan pengalaman
setelah berkelana di Bantul dan Sleman (sekarang), ternyata banyak orang yang
belum tahu dimana Purwosari berada. Barulah ketika aku menyebut Panggang,
mereka ngeh. Aku tinggal di Purwosari. Sebuah kecamatan baru di Gunungkidul
yang berbatasan langsung dengan Pundong dan Kretek (Bantul) di sebelah barat, Samudra Hindia di sebelah selatan, Panggang di sebelah timur, dan Imogiri (Bantul)
disebelah utara.
Di daerah yang terkenal dengan sulitnya mencari air
bersih inilah aku dibesarkan (beruntungnya di desaku terdapat mata air Ngeleng yang menyuplai air bersih di seluruh desa). Tetapi justru di sini aku banyak mengumpulkan
bulir cinta yang disemaikan Allah. Di sinilah kutemui Cinta Sejatiku, melalui gemerlapnya
bintang yang berjajar dalam formasi indah ketika malam. Hingga tak sadar aku tenggelam
dalam dunia ilmu Falak. Bukit-bukit gamping yang berbalut gaun hijau ketika
musim hujan tiba. Hingga tak sadar jiwa petualang ini telah terpatri dalam
hati. Sampai cinta dari kebersamaan yang indah bersama bapak ibu terhebat di
dunia, adik terlucu sepanjang masa dan teman-teman tangguh yang mengajarkanku
mengenal alam lebih jauh.
Masa kecilku tidak lepas seperti anak kecil pada umumnya.
Bersama dengan sahabat-sahabat hebat yang mengawalku menghadapi pahit manisnya
hidup. Bermain sepulang sekolah di pematang sawah, berburu buah besaran
(murberry), menyelamatkan kucing terlantar, membuat konser kecil, bermain di pasar yang hanya buka
ketika pagi (aku menyebutnya pasar pagi), dan hal-hal hebat lainnya.
Nah, di lembaran aksara hati ini, akan ku bagikan kisah tentang bagaimana aku menghabiskan masa kecilku bersama orang-orang hebat. Akan ada banyak kisah terurai dalam barisan aksara. Dan ku harap dari kisah-kisah ini kau akan sejenak merenung mengenang masa kecilmu, yang bisa jadi lebih indah dariku. Lantas bersama-sama mengajakmu bersyukur atas indahnya pengalaman yang manis di masa lalu. Ya, ada banyak hal yang tertoreh di masa lalu, baik pahit maupun manis.
Selamat bernostalgia ^^
salam dari Tanjung (Permai)
-eLKa

0 komentar:
Posting Komentar