Senja terapung di lautan
Dan biru masih setia merengkuh riak-riak kedamaian
Langit meranggas sebelum letih jatuh di cadas
Sebelum meninggalkan hati yang ku tanam separuh di tepi gili,
Ku bisikkan pesan pada pasir:
Hei, pasir
ku titipkan jejak kaki hari ini
Beserta rentenan tawa yang lahir di punggung bundamu
dan beberapa terikat pada lekuk ombakmu
Ada yang mengalun, menjelma musikalisasi alam yang keluar dari celah-celah batuan karam
Aku akan kembali
Nanti, untuk sekadar menjenguk (dan) atau melengkapi
Ada banyak mimpi yang ku tuliskan di langit, laut, dan senja
Hei, pasir
Padamu Tuhan (telah) melukis doaku
Lombok, 30 April 2016
0 komentar:
Posting Komentar